Rabu, 27 April 2016

Komnas HAM Kejar Kasus Kematian Kopka Andi


Kopka Andi Disiksa Hingga Tewas

KEDIRI - Komnas HAM mengirimkan surat kepada Menkopolhukam dan Komandan Pom Dam V Brawijaya yang ditembuskan kepada Ny Ika Sepdina, janda Kopka Andi Pria Dwi Harsono.
Surat Komnas HAM intinya menanyakan perkembangan proses hukum terhadap mantan Komandan Kodim 0812 Lamongan berkenaan dengan kematian Kopka Andi.
Sementara Ny Ika Sepdina saat dikonfirmasi Surya, Selasa (2/6/2015), membenarkan telah menerima surat balasan dari Komisioner Komnas HAM.
Surat Komisioner Komnas HAM dikirim dan ditandatangani Natalius Pigai selaku Subkomisi Pemantauan dan Penyelidikan. Sebelumnya Ny Ika mengirimkan surat ke Komnas HAM untuk mempertanyakan berlarutnya penanganan kasus kematian suaminya.
Padahal penyidikan kasus itu penyidik sudah menetapkan sejumlah tersangka yang terlibat. Termasuk menetapkan mantan Komandan Kodim Lamongan Letkol Inf Ade Rizal Muharam sebagai salah satu tersangka.
Namun hingga berselang 8 bulan sejak kematian suaminya pada 14 Oktober 2014 sampai sekarang berkas perkara kasus itu belum juga dilimpahkan ke persidangan.
Dalam rekomendasinya, Natalius Pigai mendesak kepada pihak yang terkait untuk mempercepat proses pemeriksaan peristiwa kematian Kopka Andi.

Senin, 25 April 2016

Sidang Pembunuhan Anggota TNI Diduga Cabuli Anak Mantan Dandim Segera Digelar, Ini Tuntutan Keluarga



Laporan Wartawan Surya, Didik Mashudi

WARTA KEDIRI.COM, KEDIRI - Ika Sepdina berharap persidangan kasus kematian Kopka Andi Priya Dwi Harsono di Pengadilan Militer Madiun berlangsung transparan.
"Harapan kami pelaku utama atau tokoh intelektual yang menyebabkan kematian suami saya dihukum yang setimpal," ungkap Ika Sepdina kepada suryamalang.com, Minggu (10/4/2016).
Selain itu, Ika berharap para penegak hukum di TNI bersikap tegas.
Karena seluruh masyarakat tentunya ingin menyaksikan dan membuktikan bahwa hukuman pelaku kejahatan tidak memandang pangkat dan jabatan.
Setelah kematian suaminya, Ika Sepdina harus mengasuh dan membesarkan putri semata wayangnya yang kini belajar di taman kanak-kanak.
Saat ini tujuh terdakwa kasus kematian Kopka Andi tengah disidangkan di Pengadilan Militer Madiun. Satu  terdakwa berpangkat perwira dan lima terdakwa berpangkat bintara.
Kopka Andi ditemukan tewas tergantung di satu ruangan unit intel Makodim 0812 Lamongan. Almarhum dituding telah mencabuli putri mantan Dandim Lamongan, sesuai hasil visum dokter tidak ada hasil terjadinya tindak pencabulan tersebut, saat oditur menghadirkan saksi ahli dalam persidangan, dokter yang melakukan visum mengatakan tidak terjadi trauma mauapun tanda bekas penncabulan
.
Namun penyebab kematian janggal. Kalau memang Kopka Andi mati gantung diri, seharusnya ada sperma dan kotoran di celana dalamnya, tapi hal tersebut tidak ditemukan.
Selain itu ditemukan banyak luka lebam di sekujur tubuhnya. Untuk membuktikan penyebab kematiannya, makam Kopka Andi dibongkar untuk diautopsi tim medis.
kOPKA aNDI TEWAS TERGANTUNG DI RUANG UNIT INTEK DIM 0812 lAMONGAN

Sidang Kasus Kematian Kopka Andi Terus Bergulir

Oditur Militer Hadirkan Saksi Ahli dr Forensik RSU dr Sutomo
Madiun,- Pengadilan Militer III-13 Madiun menggelar sidang lanjutan terkait kasus kematian salah satu anggota Kodim Lamongan, Kopka Andi Pria Dwi Harsono. Selasa, 19 April 2016.
Dalam sidang tersebut, Majelis Hakim yang diketuai oleh Letkol Laut (KH/W) Tuty Kiptiani, telah mendatangkan lima terdakwa yang diduga terlibat dalam kasus kematian Ajudan Komandan Kodim 0812 Lamongan tersebut.
Sebelumnya, Pengadilan Militer III-13 Madiun telah memberikan hukuman terhadap kelima terdakwa. Kendati demikian, kasus kematian anggota Kodim tersebut dinilai masih banyak kejanggalan.
Sidang kali ini, Majelis Hakim Pengadilan Militer Madiun juga mendatangkan beberapa saksi guna kelanjutan kasus kematian tersebut. Bahkan, beberapa sanak keluarga dan kerabat Kopka Andi Pria Dwi Harsono juga turut hadir dalam sidang tersebut.
Kendati demikian, dalam pemeriksaan saksi-saksi yang dilakukan oleh Pengadilan Militer Madiun, belum bisa ditemukan kesaksian yang jelas hingga akhirnya sidang tetap berlanjut.
Rencananya, dalam sidang selanjutnya, Pengadilan Militer Madiun akan memeriksa Gina Herdina untuk dimintai keterangannya terkait kasus kematian Kopka Andi Pria Dwi Harsono. @CJ1

Minggu, 24 April 2016

Sidang Kasus Dugaan Penganiayaan Ajudan Dandim 0812 - Lamongan

Sidang Kasus Penganiayaan Menewaskan Kopka Andi Pria Dwi Harsono Anggota Kodim 0812 Lamongan



Kopka Andi sebelum Meninggal Dunia
Sidang Kasus Penganiayaan Menewaskan Kopka Andi Pria Dwi Harsono Anggota Kodim 0812 Lamongan di gelar di pengadilan militer III-13 Madiun,  Jawa timur persidangan tersebut untuk 5 tersangka yang berkasnya dibagi menjadi  dua, sidang pertama untuk terdakwa Serma Agen Purnama, serka Mintoro dan Serda Agustinus marin dengan agenda pembacaan dakwaan dari oditur militer sedangkan sidang kedua dengan agenda keterangan 10 saksi Serma Joko Widodo dan Sertu M Hamzah, keluarga almarhum Kopka Andi juga hadir mengikuti persidangan yang majelis hakimnya di pinpin Letkol Laut Tuti Kiptiani, bahwa persidangan pertama terukap sebelum  jenazah korban ditemukan tergantung sempat dianiaya di kantor unit intel Kodim 0812 Lamongan pada bulan Oktober 2014, 

Sabtu, 23 April 2016

Tewasnya Ajudan DANDIM Lamongan, Dalam Penyelidikan Denpom




Kopka Andi tewas tergantung di kantor unit intel Dim 0812
Warta Kediri.com LAMONGAN, Terkait kematian Kopka Adi Pria Dwi Harsono, Tim penyidik yang dilakukan oleh Sub Detasemen Polisi Militer (Denpom) Lamongan didukung oleh tim penyidik Denpom Mojokerto, masih mendalami aksi bunuh diri semua tergantung dari hasil medis.
Kepada wartakediri.com Komandan Polisi Militer Lamongan, Lettu Chairul Shaleh, S,Sos. Mengatakan pihaknya belum mengetahui pasti penyebab kematian Kopka Adi Pria Dwi Harsono “ Kami belum bisa mengambil suatu kesimpulan karena masih dalam tahap penyelidikan,”. Katanya, senin (20/10).

[ANTV] TOPIK PEMBUNUHAN Pomdam Surabaya Gelar Rekontruksi Kematian Ajuda...

Sidang Kasus Dugaan Penganiayaan Ajudan Dandim Mulai Digelar

Video Sidang Misteri kematian Kopka Andi PDH Kodim 0812 Lamongan 19042016

Kamis, 21 April 2016

Kisah di balik kasus Dandim Lamongan bunuh ajudan sendiri



Kisah di balik kasus Dandim Lamongan bunuh ajudan sendiri

Almarhum Kopka Andi luka dan lebam
Warta Kediri.com - Pada pertengahan Oktober 2014, seorang anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 0812 Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Kopral Kepala (Kopka) Andi Pria Dwi Harsono, dilaporkan meninggal dunia tergantung di kantor unit Intel dalam keadaan sekujur tubuh luka dan memar dikantor unit intel Kodim 0812 Lamongan..

Dalam kehidupan Almarhum menurut kesaksian para temen dan seniornya bahwa Almarhum Andi Adalah Prajurit yang jujur, disipin dan punya Loyalitas tinggi dan selalu berpenampilan rapi, oleh sebab itulah Kopka Andi diminta menjadi ajudan komandan menurut cerita seniornya, kalau ada tuduhan mencabuli anak dibawah umur saya tidak akan percaya, tandas senior yang tidak mau disebut namanya.

TNI Dukung Banser Cabuti Spanduk Anti-NKRI, Ingatkan Bahaya Laten PKI

TNI Dukung Banser Cabuti Spanduk Anti-NKRI,
JAKARTA - Panglima Kodam V / Brawijaya mendukung sikap Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk melawan berbagai ajakan anti-Pancasila dan NKRI yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung seperti melalui poster, spanduk, dan selebaran.
Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Sumardi menyatakan memiliki persepsi yang sama dengan sikap Banser untuk menolak dan melawan ajakan khilafah. Banser di antaranya akan mencabuti semua publikasi dan provokasi baik secara langsung maupun melalui media spanduk, poster, atau pun selebaran.
“Spanduk yang memprovakasi itu harus dilepas, dan kemudian berkoordinasi dengan Polri,” kata Pangdam ketika menerima audiensi Satkorwil Banser Jawa Timur di Makodam V/ Brawijaya, Rabu (20/4/2016).
Seperti dalam siaran persnya, Banser yang dipimpin oleh Kepala Satkorwil Banser Jawa Timur dr. H. Usmar Usman, didampingi Kelapa Satuan Khusus Provost Banser Mujib Idris, serta Muklis Mubarok, Ridwan dan Lila (masing-masing personalia Satkorwil Banser Jatim).
Dalam audensi tersebut, Kepala Satkornas Banser menyampaikan sejumlah poin pernyataan sikap. (1) Banser tetap dalam sikap tegas NKRI harga mati, sehingga kepada siapapun yang tidak sepakat dengan NKRI seharusnya tidak berada di bumi Indonesia. (2) Bahwa Banser tetap menempatkan Pancasila sebagai dasar negara. (3) Bahwa Banser menerima kebinekaan sebagai realitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Rabu, 20 April 2016

Pengamat: Kebusukannya Dibongkar BPK, Ahok Seperti Orang Gila!

intelijen – Sikap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menantang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), terkait ditemukannya penyimpangan keuangan negara Rp 2,16 triliun di laporan keuangan Pemprov DKI Jakarta 2013, menjadi bukti bahwa Ahok telah melecehkan lembaga resmi negara.
Penegasan itu disampaikan pengamat politik Muslim Arbi kepada intelijen (08/07). “BPK itu lembaga resmi negara, dari laporan itu bisa diketahui kebusukan Ahok,” kata Muslim Arbi.

Dandim Lamongan menjadi saksi pembunuhan Kopka andi

Pembunuhan Ajudan Kodim Lamongan Disidangkan
KBRN, Madiun : Komandan Kodim 0812/Lamongan, Letkol Ade Rizal Muharam turut menjadi saksi, dalam agenda pembacaan dakwaan sekaligus pemeriksaan saksi terdakwa satu, Serma Joko Widodo, dan terdakwa dua Sertu M Hamzah, di Pengadilan Militer III/13 Madiun, Senin(4/4/2016). Hal ini menindaklanjuti kematian, Kopral Kepala (Kopka) Andi Pria Dwi Harsono yang juga ajudan Dandim 0812/Lamongan pada tanggal 12 Oktober 2014 lalu.
Sidang di Pengadilan Militer III/13 Madiun, dipimpin hakim ketua, Letkol Laut (KH/W) Tuty Kiptiani, S.H, dengan hakim anggota Mayor CHK Eddy Susanto, S.H dan Mayor CHK Tatang Sujana Krida, S.H, M.H.

Aksi sadis begal jalanan di Jalur Pantura, Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan berujung maut.

 PASURUAN - Aksi sadis begal jalanan di Jalur Pantura, Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan berujung maut.

Tiga orang dari enam orang pelaku yang tertangkap basah, tewas mengenaskan dihajar massa yang kalap. Ini terjadi setelah seorang korban tewas ditangan kawanan begal.

Satu persatu pelaku begal menjadi bulan-bulanan massa. Tidak hanya pukulan tangan kosong, berbagai benda keras dan senjata tajam secara bergiliran diarahkan pada tubuh pelaku.

Sebagian warga bahkan menyeret pelaku yang sudah tidak berdaya dengan menggunakan sepeda motor di jalan raya.

Aparat kepolisian yang ada di lokasi kejadian pun, tak mampu meredam amarah massa. Beberapa kali tembakan peringatan yang dikeluarkan petugas untuk menghalau massa, tak dihiraukan sama sekali.

Pembunuhan Ajudan Kodim Disidangkan

RADAR MADIUN – Dua mantan anggota intel Kodim 0812 Lamongan Serma Joko Widodo dan Sertu M Hamzah duduk di kursi pesakitan Pengadilan Militer III/13 Madiun, kemarin (4/4). Keduanya didakwa terlibat pembunuhan Kopka Andi Pria Dwi Harsono, ajudan komandan Kodim 0812 Lamongan.
Oditur militer mendakwa keduanya telah menghilangkan nyawa bapak satu anak itu. ‘’Perbuatan terdakwa memenuhi usur pidana primer pasal 338 KUHP jo pasal 56 ayat 2 tentang pembunuhan untuk terdakwa 1 (Joko Widodo), dan terdakwa dua pasal 338 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke 1,’’ terang Oditur Militer Letkol Laut (KH) Ediyanto Kesumo.
Dalam dakwannya oditur mengungkap Andi tewas karena tulang pangkal lidahnya patah akibat kekerasan. Juga ditemukan bekas penganiayaan lain ditubuhnya mulai memar di kepala, dada, kaki dan tulang iganya.
Ediyanto menuturkan kasus itu bermula Sabtu 12 Oktober 2014 lalu. Kala itu Joko Widodo ditelepon Dandim 0812 Lamongan Letkol ARM (saksi 1),untuk menghadap. ARM menyampaikan Andi diduga melecehkan GA (4,5) putrinya.Joko diminta memeriksa Andi yang lantas mengajak sejumlah rekannya. ‘’Pukul 11.00 terdakwa 1, memangil korban ke unit intel,’’ terangnya.

Video Sidang Misteri Kematian Kopka Andi Kodim 0812 Lamongan part 2

Video Misteri Kematian Kopka Andi Kodim 0802 Lamongan

Selasa, 19 April 2016

SEPASANG KEKASIH BUNUH DIRI AKIBAT CINTA TERLARANG

SEPASANG KEKASIH BUNUH DIRI AKIBAT CINTA TERLARANG-5 GAMBAR | Sepasang
kekasih mengantung diri akibat cinta tidak direstui orang tua,pengakhiran kisah cinta yang cukup mengerikan..
kisah cinta terlarang sering kita dengar dengan berbagai penghujung cerita yang berbagai macam,kisah cinta kedua pasangan ini berakhir dengan amat memilukan,dimana kedua pasangan ini ditemui mati gantung diri.
kejadian yang dikatakan berlaku di samarinda.Kalimantan Timur. Mayat pasangan ini ditemui tergantung pada sebatang pokok dipercayai akibat cinta terhalang dari kedua belah pihak keluarga mereka yang menolak cinta mereka.
mayat  lelaki bernama Yudi Hartono dan wanita bernama Nurhayati nekad menggantung diri mereka pada sebatang pokok di kawasan Lao Hui Kelurahan Harapan Baru, Samarinda Seberang.

Sidang Perkara Misteri Kematian Ajudan Dandim Lamongan kembali Digelar

Kopka Andi PDH
meninggal karena digantung orang tak dikenal
Sidang Perkara Misteri Kematian Ajudan Dandim Lamongan kembali Digelar

Warta Kediri.com  Madiun 13 April 2016 : Sidang perkara meninggalnya Ajudan Dandim 0812/Lamongan, Kopral Kepala (Kopka) Andi Pria Dwi Harsono, kembali digelar di Pengadilan Militer III/13 Madiun, Rabu(13/4/2016). Agenda sidang yakni pemeriksaan saksi, melanjutkan agenda sidang sebelumnya, yang digelar Senin (4/4/2016).

Saksi yang dihadirkan oditur Dilmil III/13 kali ini, yakni 10 orang, baik dari anggota Babinsa Koramil, PNS Kodim 0812/Lamongan maupun seorang dokter spesialis. Saksi pertama menghadirkan dokter spesialis, selanjutnya PNS operator komputer di Kodim Lamongan dilanjutkan lima orang anggota babinsa koramil dan tiga anggota kodim lainnya.

Sidang Pembunuhan : Ajudan Dandim Dianiaya Lalu Digantung


Sidang Pembunuhan : Ajudan Dandim Dianiaya Lalu Digantung  

Oditur Letkol Laut datangkan saksi Ahli misteri kematian andi
warta kediri : madiun : Pengadilan Militer III-13 Madiun, Jawa Timur, Selasa, 19 April 2016, menggelar sidang lanjutan perkara penganiayaan yang menewaskan Kopral Kepala Andi Pria Dwi Harsono, anggota Komando Distrik Militer 0812 Lamongan, yang juga ajudan Dandim Lamongan.

Sidang Pembunuhan: Ajudan Dandim Dianiaya Lalu Digantung   Warta Madiun - Pengadilan Militer III-13 Madiun, Jawa Timur, Selasa, 19 April 2016, menggelar sidang lanjutan perkara penganiayaan yang menewaskan Kopral Kepala Andi Pria Dwi Harsono, anggota Komando Distrik Militer 0812 Lamongan, yang juga ajudan Dandim Lamongan.